Pasar saham Asia sebagian besar libur untuk Jumat Agung pada perdagangan Jumat (29/03/2024). Dolar AS juga menguat terhadap euro sebelum data inflasi utama AS
Sejauh Mana Pertemuan BoJ Mempengaruhi Yen?
Diperbarui • 2023-04-27
Investor sedang menyesuaikan untuk perubahan rezim di pasar global seiring Bank of Japan (BoJ) semakin dekat untuk menghentikan kebijakan yang menekan yen selama beberapa dekade, sehingga memikat mata uang yen Jepang untuk kembali ke Jepang.
BoJ, yang membanjiri sistem keuangannya dengan stimulus dan mempertahankan suku bunga di bawah nol selama bertahun-tahun, mengubah mata uangnya menjadi sarana pendanaan yang ideal dan mengirim yen hingga triliunan dolar ke luar Jepang untuk mencari hasil investasi yang lebih baik. Investor menamainya dengan carry trade.
Gubernur BoJ Kazuo Ueda, memimpin pertemuan kebijakan pertamanya dan akan merilis hasil pertemuan pada hari Jumat (28/04/2023), menekankan perlunya kebijakan moneter yang sangat longgar meski juga mengisyaratkan kemungkinan menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi. Sementara pejabat lainnya melihat lebih banyak uang meninggalkan pasar obligasi utama, yang telah lama menawarkan yield yang jauh lebih baik dibanding obligasi lainnya, karena meningkatnya harapan untuk perubahan kebijakan.
Laju inflasi inti Jepang yang berada di level tertinggi empat dekade, membuat BoJ dapat mempertimbangkan untuk mengakhiri kebijakan kontrol kurva yield (YCC). Bank sentral juga mempertahankan suku bunga jangka panjang sangat rendah dengan membeli obligasi pemerintah Jepang (JGB).
Investor akan terus memantau laporan inflasi CPI Jepang yang akan memberi kejelasan apakah inflasi Jepang cukup bertahan untuk memicu perubahan kebijakan moneter super akomodatif. Investor akan terus waspada terhadap kejutan apa pun yang dapat memberikan panduan perubahan kebijakan moneter Jepang, yang akan menyebabkan volatilitas baru pada yen.
Fakta Jepang menunjukkan inflasi utama naik pada laju tercepatnya sejak akhir 1990 pada Januari, sementara inflasi inti yang mencapai level tertinggi sejak 1980-an, memicu spekulasi bahwa BoJ akan segera mengakhiri strategi moneter ultra-longgarnya.
Skenario bank sentral Jepang untuk menghentikan kebijakan ultra longgar, yen jepang berpotensi mencatatkan kenaikan. Sehingga hampir dipastikan, dengan latar belakang ini, BoJ akan secara perlahan menaikkan suku bunganya, meski kemungkinannya akan terjadi pada pertemuan selanjutnya, tidak pada pertemuan Jumat 29 April, besok.
Analisis USDJPY
Formasi Lower High memberikan USDJPY peluang untuk bergerak bearish. Ada potensi bearish USDJPY jika jatuh ke bawah MA100 dan menguji MA200 yang berada di bawahnya.
Peluang bullish masih harus menunggu apakah USDJPY mampu menembus 2 level high sebelumnya, 134.72 dan 135.12.
Analisis GBPJPY
Pair GBPJPY terlihat membentuk formasi Diamond, sehingga membuka peluang untuk bearish. Namun begitu, sentimen bearish masih menunggu GBPJPY jatuh ke bawah MA100 dan menargetkan MA200.
Indikator RSI kembali jatuh ke bawah 50% dan memberikan dukungan bearish.
Menyerupai
Dolar Australia menguat tipis di awal perdagangan akhir pekan ini, namun masih dalam tren penurunan. Pasar diperkirakan sepi karena memperingati Jumat Agung. Dolar AS menguat karena data ekonomi AS menunjukkan ekspansi,
Pasar saham Asia memiliki sentimen sideways dengan bias bearish pada perdagangan Kamis (28/03/2024), karena adanya sentimen ketidakpastian menjelang data indeks harga PCE AS..penjualan ritel Australia dirilis lebih kecil dari perkiraannya.
Berita terbaru
Yen Jepang gagal memikat para investor pada perdagangan Selasa (02/04/2024) meski ada peluang atas kemungkinan intervensi dan..Sentimen penghindaran risiko masih berpotensi memberikan kekuatan pada safe-haven
XAUUSD naik ke rekor tertinggi baru pada perdagangan Senin (01/04/2024), di tengah meningkatnya spekulasi penurunan suku bunga..melanjutkan kenaikan kuat minggu lalu hingga membentuk level puncak baru sepanjang masa
Pasar saham Asia sebagian masih libur dan sebagian lagi menguat pada perdagangan Senin (01/04/2024), karena optimisme data pabrikan Tiongkok mendukung..potensi intervensi otoritas Jepang terhadap yen Jepang diperkirakan berada di zona 152 – 155 yen.