Western Texas Intermediate (WTI) menguat dari penurunan kemarin dan saat ini diperdagangkan di sekitar level 78,15 pada hari Kamis (29/02/2024). XTIUSD mencoba pulih dan..Sementara OPEC+ yang mempertimbangkan
Sentimen Positif Angkat Harga Minyak Mentah
Diperbarui • 2023-09-12
Pernyataan Arab Saudi dan Rusia, dua produsen minyak terbesar di dunia, yang beberapa waktu lalu akan memperpanjang periode pemangkasan produksi minyak di sisa tahun 2023 ini. Langkah ini mendukung harga WTI yang telah mencatat kenaikan dalam beberapa minggu terakhir. Pemangkasan ini akan mengurangi produksi minyak mentah Arab Saudi mendekati angka 1,3 juta barel per hari hingga akhir tahun 2023.
Selain itu, berkurangnya kekhawatiran akan tekanan deflasi di Tiongkok juga mendukung kenaikan harga minyak mentah acuan AS itu menyusul data Indeks Harga Konsumen (CPI) tahunan Tiongkok bulan Agustus naik 0,1% dari penurunan 0,3% di bulan lalu, di bawah perkiraan kenaikan sebesar 0,2% oleh pasar. Inflasi bulanan sesuai dengan perkiraan sebesar 0,3%.
Di sisi lain, data ekonomi AS yang positif minggu lalu dan mendukung narasi suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama di AS, berpotensi membatasi kenaikan harga minyak mentah. Perlu dicatat bahwa suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya pinjaman, yang dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi permintaan minyak.
ke depannya, pasar tengah menantikan data Persediaan Minyak Mentah Mingguan API dan Persediaan Minyak Mentah EIA untuk minggu hingga 8 September yang akan dirilis pada hari Rabu. Fokus pasar juga akan beralih ke Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang akan dirilis pada hari Rabu. Kedua data ini dapat memiliki dampak signifikan pada harga minyak mentah yang berdenominasi dolar AS.
Analisa Minyak Mentah (XTIUSD)
XTIUSD saat ini masih dalam pola bullish yang berkelanjutan setelah berhasil rebound pada 24 Agustus silam dan mengakhiri tren penurunan tiga hari nya pada bulan tersebut. Tren bullish ini terlihat jelas, setelah harga berhasil menembus di atas Simple Moving Average (SMA) 50, 100 dan 200 dan terus berada di atas level tersebut yang didukung dengan indikator Relative Strength Index yang juga bertahan di atas level tengah 50.
Kenaikan XTIUSD lebih lanjut ke atas level 87,00 dan bertahan di atas level tersebut yang didukung oleh pemangkasan produksi minyak tambahan oleh Arab Saudi dan Rusia, membuka peluang BUY XTIUSD pada level 87,13 yang berpotensi naik menuju level 87,32 hingga ke level 87,50. Sebaliknya, jika gagal momentum tidak cukup kuat untuk menembus level 87,00, XTIUSD berpotensi berbalik turun menuju level 86,42 hingga ke level 86,30 dengan potensi sell di level 86,56, di bawah SMA 100.
Menyerupai
Harga minyak mentah acuan AS West Texas Intermediate (WTI) masih dalam jalur melanjutkan kenaikan untuk hari ke tujuh secara beruntun, pada Rabu (14/02/2024). Menurut laporan pasar minyak bulanan OPEC, ada kekhawatiran mengenai kepatuhan kelompok ini terhadap pemangkasan produksi
Pasar saham Asia melemah pada perdagangan Selasa (30/01/2024), terseret oleh kasus likuidasi perusahaan raksasa properti China..Kegelisahan investor terhadap meningkatnya ketegangan di Timur Tengah telah mengendalikan sentimen risiko.
Berita terbaru
Yen Jepang gagal memikat para investor pada perdagangan Selasa (02/04/2024) meski ada peluang atas kemungkinan intervensi dan..Sentimen penghindaran risiko masih berpotensi memberikan kekuatan pada safe-haven
XAUUSD naik ke rekor tertinggi baru pada perdagangan Senin (01/04/2024), di tengah meningkatnya spekulasi penurunan suku bunga..melanjutkan kenaikan kuat minggu lalu hingga membentuk level puncak baru sepanjang masa
Pasar saham Asia sebagian masih libur dan sebagian lagi menguat pada perdagangan Senin (01/04/2024), karena optimisme data pabrikan Tiongkok mendukung..potensi intervensi otoritas Jepang terhadap yen Jepang diperkirakan berada di zona 152 – 155 yen.