
Pasar saham Asia sebagian besar libur untuk Jumat Agung pada perdagangan Jumat (29/03/2024). Dolar AS juga menguat terhadap euro sebelum data inflasi utama AS
Diperbarui • 2023-04-28
USDJPY melonjak tajam menembus ke atas level 135 pasca pertemuan Bank of Japan (BoJ) yang masih menunjukkan sikap ‘diam’ atas kebijakan moneternya. Bank sentral Jepang, sudah diperkirakan, masih pertahankan kebijakan moneternya. Imbas pejabat bank sentral mempertahankan kebijakan stimulusnya, USDJPY naik pasca pengumuman.
BoJ mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah di -0,10% dan mempertahankan Yield Curve Control (YCC) terbaru kisaran 0,50%, seperti yang diperkirakan. Namun, BoJ juga mengatakan mereka akan mengambil langkah pelonggaran tambahan tanpa ragu sesuai kebutuhan sembari mengupayakan stabilitas pasar. Latar belakang ini semakin mendorong USDJPY menguat tajam.
Namun, pasar menghadapi tantangan yang berasal dari First Republic Bank (FRB), kekhawatiran batas akhir plafon utang AS dan taruhan sikap Hawkish Fed yang dipimpin oleh sinyal inflasi AS yang positif baru-baru ini tampaknya mendorong aksi beli USDJPY. Meski demikian, eskalasi kekhawatiran geopolitik seputar China juga membebani sentimen dan harga USDJPY.
Selain itu, Indeks Harga PCE Inti AS untuk bulan Maret yang akan dirilis hari ini, dapat memberikan petunjuk lebih lanjut pergerakan pasangan USDJPY menjelang pertemuan kebijakan moneter Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) minggu depan.
Pasca pengumuman suku bunga BoJ, pasar juga mencerna Pernyataan Gubernur Ueda dalam konferensi pers pertamanya, dan fokus pada prospek ekonomi di tengah bias hawkish. Selain itu, investor juga menantikan rilis data Indeks Harga PCE Inti AS sebagai arah penting menjelang pertemuan FOMC minggu depan.
USDJPY menguat tajam pasca BoJ, seperti yang diperkirakan, kembali mempertahankan kebijakan moneternya, suku bunga tidak berubah, dan mempertahankan YCC meski mengubah pedoman ke depan.
Pasca kenaikan tajam menyusul hasil pertemuan BoJ:
BUY USDJPY dapat dipertimbangkan pada level 135,85 dengan target profit pada level 136,10/136,20.
Sell USDJPY dapat dipertimbangkan pada level 135,80 jika gagal menembus level penting 136,00 dengan target profit pada level 135,60/135,50
Pasar saham Asia sebagian besar libur untuk Jumat Agung pada perdagangan Jumat (29/03/2024). Dolar AS juga menguat terhadap euro sebelum data inflasi utama AS
Dolar Australia menguat tipis di awal perdagangan akhir pekan ini, namun masih dalam tren penurunan. Pasar diperkirakan sepi karena memperingati Jumat Agung. Dolar AS menguat karena data ekonomi AS menunjukkan ekspansi,
Pasar saham Asia memiliki sentimen sideways dengan bias bearish pada perdagangan Kamis (28/03/2024), karena adanya sentimen ketidakpastian menjelang data indeks harga PCE AS..penjualan ritel Australia dirilis lebih kecil dari perkiraannya.
Yen Jepang gagal memikat para investor pada perdagangan Selasa (02/04/2024) meski ada peluang atas kemungkinan intervensi dan..Sentimen penghindaran risiko masih berpotensi memberikan kekuatan pada safe-haven
XAUUSD naik ke rekor tertinggi baru pada perdagangan Senin (01/04/2024), di tengah meningkatnya spekulasi penurunan suku bunga..melanjutkan kenaikan kuat minggu lalu hingga membentuk level puncak baru sepanjang masa
Pasar saham Asia sebagian masih libur dan sebagian lagi menguat pada perdagangan Senin (01/04/2024), karena optimisme data pabrikan Tiongkok mendukung..potensi intervensi otoritas Jepang terhadap yen Jepang diperkirakan berada di zona 152 – 155 yen.
FBS menyimpan catatan data Anda untuk menjalankan website ini. Dengan menekan tombol "Setuju", Anda menyetujui kebijakan Privasi kami.
Permintaan Anda diterima.
Manajer kami akan menghubungi Anda
Permintaan panggilan balik berikutnya untuk nomor telepon ini
akan tersedia setelah
Jika Anda memiliki masalah mendesak, silakan hubungi kami melalui
Live chat
Internal error. Silahkan coba lagi
Jangan buang waktu Anda – tetap awasi dampak NFP terhadap dolar dan raup profitnya!