Pasar saham Asia sebagian besar libur untuk Jumat Agung pada perdagangan Jumat (29/03/2024). Dolar AS juga menguat terhadap euro sebelum data inflasi utama AS
USDCAD Mundur Saat Harga Minyak Naik Dan Dolar AS Konsolidasi
Diperbarui • 2023-07-24
Indeks dolar AS melakukan konsolidasi di dekat level terendah intraday-nya di area 101,00 pada Senin (24/07/2023) setelah turun dari level tertinggi dalam delapan hari. Ini mencerminkan kehati-hatian para pelaku pasar. Konsolidasi greenback memiliki bias bearish yang sejauh ini mencatat penurunan harian pertama dalam lima hari terakhir, setelah rebound dari level terendah sejak April 2022 minggu lalu.
Di sisi lain, harga minyak mentah WTI tetap tidak pasti di sekitar $76,75, level tertinggi dalam tiga bulan terakhir karena para trader masih mencerna beragam komentar dari Direktur Eksekutif International Energy Agency (IEA), Fatih Barol, dan Menteri Energi Uni Emirat Arab (UEA), Suhail al-Mazrouei, dalam pertemuan menteri energi G20 yang diadakan di India.
Sementara itu, berita terbaru yang menunjukkan adanya pertikaian lebih lanjut antara China dan Taiwan, yang pada gilirannya menyebabkan ketegangan antara AS dan China dan membebani sentimen pasar dan mendorong pelemahan USDCAD. Sementara data inflasi yang lemah di Kanada juga memungkinkan pasangan USDCAD untuk mencetak kenaikan minggu ini.
Selanjutnya, data awal PMI AS yang dirilis S&P Global untuk bulan Juli akan menentukan pergerakan harian USDCAD menjelang pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve (Fed). Juga penting untuk dipantau adalah data awal Produk Domestik Bruto (GDP) AS kuartal kedua 2023 dan GDP bulanan Kanada untuk bulan Mei.
Analisa Teknikal USDCAD
USDCAD relatif defensif di sekitar area 1,3220 di tengah upaya mempertahankan kenaikan mingguannya menjelang data ekonomi dan pertemuan Fed minggu ini, bergerak sideway meski koreksi dolar AS akibat harga minyak yang lambat. Pasangan Loonie ini saat ini berada di bawah Simple Moving Average 200 (SMA200), yang mengindikasikan untuk tren jangka panjang, pasangan ini memiliki bias bearish. Namun, pasangan ini masih cukup nyaman berada di atas SMA50 yang saat ini berhasil naik melewati SMA100, mengindikasikan bahwa pasangan USDCAD ini masih berada dalam tren bullish nya yang dikonfirmasi dengan indikator Relatif Strength Index yang bergerak di atas level 50 dengan bias bullish menuju level 80.
Potensi BUY USDCAD dapat dipertimbangkan pada level 1,3223 jika berhasil lanjutkan kenaikan yang berpotensi naik menuju level 1,3229 hingga ke level 1,3238. Namun tetap pantau kemungkinan USDCAD kembali melemah membuka peluang SELL pada level 1,3213 yang berpotensi turun menuju level 1,3206 hingga ke level 1,3197.
Menyerupai
Dolar Australia menguat tipis di awal perdagangan akhir pekan ini, namun masih dalam tren penurunan. Pasar diperkirakan sepi karena memperingati Jumat Agung. Dolar AS menguat karena data ekonomi AS menunjukkan ekspansi,
Pasar saham Asia memiliki sentimen sideways dengan bias bearish pada perdagangan Kamis (28/03/2024), karena adanya sentimen ketidakpastian menjelang data indeks harga PCE AS..penjualan ritel Australia dirilis lebih kecil dari perkiraannya.
Berita terbaru
Yen Jepang gagal memikat para investor pada perdagangan Selasa (02/04/2024) meski ada peluang atas kemungkinan intervensi dan..Sentimen penghindaran risiko masih berpotensi memberikan kekuatan pada safe-haven
XAUUSD naik ke rekor tertinggi baru pada perdagangan Senin (01/04/2024), di tengah meningkatnya spekulasi penurunan suku bunga..melanjutkan kenaikan kuat minggu lalu hingga membentuk level puncak baru sepanjang masa
Pasar saham Asia sebagian masih libur dan sebagian lagi menguat pada perdagangan Senin (01/04/2024), karena optimisme data pabrikan Tiongkok mendukung..potensi intervensi otoritas Jepang terhadap yen Jepang diperkirakan berada di zona 152 – 155 yen.