• 14 Apr 2023
  • Kisah trader

10 Trader Terhebat Sepanjang Masa

1.png

Mari bersantai sejenak dari grafik, dan mari membaca kisah para trader terhebat di dunia yang memengaruhi pasar dan meninggalkan jejak dalam sejarah trading.

Di dunia trader, tidak semua kesuksesan itu mudah tetapi juga ada ratusan kerugian dari masa lalu. Hidup mereka diwarnai oleh kemenangan maupun drama, dan dikelilingi oleh uang, spekulasi, dan harta.

Kami telah menyiapkan daftar market maker paling terkenal, termasuk trader legendaris dalam sejarah dan trader modern pada zaman kita. Belajar dari kesalahan, berpikir ke depan, dan bersikap fleksibel telah membantu mereka menjadi trader yang sukses. Jadi, bacalah artikel ini agar Anda mendapatkan inspirasi untuk melakukan pencapaian besar.

2.png

1. George Soros

George Soros, atau dikenal sebagai "orang yang membangkrutkan Bank of England," lahir sebagai seorang Yahudi di Hongaria pada tahun 1930, berhasil selamat dari Holocaust, dan kemudian meninggalkan negara itu. Dia adalah salah satu trader paling populer dan terkenal di seluruh dunia. Di Inggris, Soros bekerja sebagai pramusaji atau portir kereta api sebelum lulus dari London School of Economics. Ini akhirnya membawanya ke dunia perbankan dan ia menjadi bankir bagian perdagangan di Singer & Friedlander.

Dengan bantuan ayahnya, dia pindah ke AS untuk bekerja di sebuah perusahaan pialang Wall Street. Setelah sukses di berbagai perusahaan, George mendirikan perusahaan hedge fund (dana lindung nilai) pada tahun 1970 yang bernama "Quantum." Di sini, dia menjadi terkenal.

Pada tahun 1992, Soros membuat taruhan besar melawan pound Inggris dan menghasilkan $1 miliar hanya dalam 24 jam.

Quantum mengumpulkan 3,9 miliar pound, dan Soros meminjam lagi untuk mengumpulkan total 5,5 miliar pound. Namun, pound Inggris mulai turun. Lalu Soros melakukan short atas semua 5,5 miliar pound ini terhadap Mark Jerman pada tanggal 16 September, yang juga dikenal sebagai Black Wednesday. Ini membantu menekan harga mata uang dan memaksa Inggris keluar dari Mekanisme Nilai Tukar Eropa.

Peristiwa ini menjadi salah satu transaksi miliaran dolar tercepat dan salah satu trade paling terkenal yang pernah dilakukan, yang kemudian dikenal sebagai "membangkrutkan Bank of England."

3.png

2. Jesse Livermore

Kehidupan Jesse Livermore mungkin dapat dijadikan sebuah film layar lebar. Lahir pada tahun 1877, ia ditakdirkan untuk menjadi seorang petani tetapi lalu kabur dari rumah untuk menjadi seorang miliarder. Kisahnya dikelilingi oleh uang, gundik, kebangkrutan, dan skandal.

Pada usia dini, Jesse Livermore sudah belajar membaca dan menulis, tertarik pada berita dan ekonomi, bahkan sudah dapat menganalisis harga. Seiring pengalamannya bertambah, dia menguasai cara melihat pembalikan tren dan mempopulerkan analisis teknis modern. Livermore adalah salah satu yang pertama menggunakan stop loss, suatu alat manajemen risiko yang masih digunakan oleh para trader hingga saat ini.

Jesse melakukan short (posisi jual) saham pertamanya senilai $250.000 tepat sebelum gempa bumi San Francisco. Pada tahun 1925, dia menghasilkan $3 juta dari short atas komoditas gandum. Kemudian, dia menghasilkan keuntungan sekitar $100.000 dengan melakukan short saham AS sebelum pasar jatuh pada tahun 1929. Menjadi salah satu trader terkaya dan tersukses pada masanya, Jesse mendapatkan julukan “the boy plunger” (si bocah nekat).

Namun, Jesse pernah mengalami beberapa kebangkrutan. Dia berhasil kembali ke pasar dalam dua kebangkrutan pertama, tetapi yang ketiga berakibat fatal. Dia melakukan kesalahan dan kehilangan semua uangnya pada tahun 1929.

Ditambah lagi dengan tragedi keluarga, stres, dan kegagalan lainnya, Jesse Livermore menyadari bahwa dia mungkin tidak akan pernah dapat trading yang sama seperti sebelumnya. Pada tahun 1940, dia bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri.

Omong-omong, putranya, Jesse Livermore Jr., juga mengikuti kebiasaan ibunya yang pecandu alkohol dan bunuh diri pada tahun 1975 setelah menembak anjing kesayangannya saat mabuk dan mencoba menembak seorang petugas polisi.

4.png

3. William Delbert Gann

Jika Anda seorang trader yang mempraktikkan analisis teknis, Anda pasti pernah mendengar nama W.D. Gann dan teori trading-nya. William Delbert Gann lahir pada tahun 1878 di Texas, yang merupakan anak pertama dari 11 bersaudara dalam keluarga petani kapas yang miskin. Dia tidak lulus sekolah dasar apalagi menginjak sekolah menengah karena orang tuanya mengharapkan dia bekerja di ladang.

Gann percaya bahwa Alkitab adalah buku yang terhebat dan mendapatkan sebagian besar pendidikannya dari kitab suci itu. Gaya penulisannya sarat dengan misteri, esoteris, dan tidak langsung sehingga banyak orang yang sulit untuk mengikutinya.

Namun, Gann menciptakan berbagai alat analisis teknis yang tangguh, termasuk Gann Angles, Hexagon, Circle of 360, Square of 9, dan banyak lagi. Sebagian besar didasarkan pada matematika kuno, geometri, astronomi, dan astrologi, dan banyak digunakan oleh para trader saat ini.

Kritikus mengeklaim bahwa tidak ada bukti nyata bahwa Gann mendapat untung dari investasi di pasar, tetapi menghasilkan uang dengan cara menjual buku dan kursus investasi. Tidak jelas seberapa kaya W.D. Gann dari analisis trading-nya, tetapi ketika dia meninggal pada tahun 1950-an, tanah miliknya bernilai sekitar $100.000.

Namun, yang menakjubkan adalah Gann menciptakan berbagai aturan trading mulai dari prinsip-prinsip dasar pengelolaan uang hingga permainan mental seratus tahun yang lalu, dan masih berlaku hingga sekarang.

5.png

4. Paul Tudor Jones

Paul Tudor Jones adalah salah satu trader saham insider yang terbesar di dunia sepanjang sejarah, dengan perkiraan kekayaan bersih sekitar $7,5 miliar.

Setelah lulus dari University of Virginia pada tahun 1976, Paul mulai memperdagangkan kontrak berjangka untuk kapas di Bursa Katun New York. Fakta lucu: dia kehilangan pekerjaan karena tertidur di mejanya setelah pesta malam bersama teman-temannya. Kemudian, Paul bekerja sebagai pialang komoditas dan pada tahun 1980, mendirikan perusahaan trading dan investasinya, Tudor Investment Corporation. Perusahaan tersebut berhasil mendapatkan imbal hasil 100% selama lima tahun pertama – suatu fakta yang pasti mencengangkan untuk zaman kita.

Prediksi terbesar Paul adalah jatuhnya pasar pada tahun 1987, yang dikenal sebagai Black Monday. Berkat perkiraan yang tepat ini, Jones menghasilkan keuntungan sekitar $100.000 alih-alih kehilangan uang.

Paul Tudor Jones mengembangkan strategi trading-nya sendiri yang membantunya sukses. Aturan utamanya adalah tetap konsisten dan tidak mengharapkan keuntungan cepat. Keahlian manajemen risikonya yang tinggi dan harapan yang realistis atas potensi trade-nya memungkinkan dia untuk memperoleh hasil yang stabil.

6.png

5. Jim Rogers

Sejak masa mudanya, Jim Rogers sudah memiliki bakat bisnis untuk menjual kacang dan plastik bekas yang dijatuhkan oleh penggemar bisbol. Dia mendapat gelar sarjana cum laude dalam jurusan sejarah dan gelar kedua dari Oxford University dalam bidang ekonomi. Sekarang, perkiraan kekayaan bersih Rogers adalah lebih dari $300 juta.

Pada tahun 1964, Rogers bergabung dengan Dominick & Dominick, LLC di Wall Street, memperdagangkan saham dan obligasi. Namun, dari tahun 1966 hingga 1968, Jim menjadi tentara selama Perang Vietnam.

Dua tahun setelah pengabdiannya dalam Perang Vietnam, Jim bergabung dengan bank investasi tempat dia bertemu dengan mitra bisnisnya, George Soros. Pada awal 1970-an, bersama-sama mereka mendirikan Quantum Fund, yang memperoleh keuntungan luar biasa hingga 4.200% selama sepuluh tahun.

Keahlian utama yang membantu Rogers menjadi seorang trader sukses adalah kemampuannya untuk membuat prediksi yang jelas. Pada 1990-an, dia membuat prediksi bullish pada beberapa komoditas, yang ternyata tepat. Jim juga mengkritik ketidakmampuan Bank of England dan Federal Reserve AS untuk melawan inflasi yang terus meningkat, memperingatkan bahwa inflasi mungkin akan terus memburuk sebelum dapat stabil.

Saat pensiun, Rogers memulai perjalanan tiga tahun melintasi 116 negara dengan Mercedes yang dibuat khusus. Perjalanan tersebut mencetak rekor dunia untuk perjalanan mobil tanpa henti yang paling lama. Dia juga menulis buku yang menceritakan petualangannya.

7.png

6. Richard Dennis

Richard Dennis, juga dikenal sebagai “the prince of the pit,” (sang pangeran di arena), adalah salah satu dari segelintir trader yang mampu mengubah sedikit uang menjadi jutaan.

Ketika Dennis berusia 23 tahun, dia meminjam $1.600 dan mengubahnya menjadi $200 juta dalam sepuluh tahun dari trading komoditas. Lebih membuat penasaran lagi, dia memperdagangkan hanya $400 dari $1.600 ini.

Kemudian, pada tahun 1973, Richard Dennis menghasilkan keuntungan sebesar $100.000. Tahun berikutnya, dia mendapatkan $500.000 lebih dari trading di pasar kedelai, dan menjadi jutawan dan trader terkenal pada akhir tahun 1974.

Namun, Denis juga mengalami kerugian atas dananya selama kejatuhan pasar saham Black Monday tahun 1987 dan pecahnya gelembung dot-com pada tahun 2000.

Pada tahun 1983, Richard Dennis dan Bill Eckhardt menjalankan percobaan yang disebut “Turtle Traders Group.” untuk meneliti apakah trading merupakan keterampilan bawaan atau sesuatu yang dapat dipelajari. Dennis percaya bahwa, seperti kura-kura yang tumbuh di peternakan, trader dapat belajar menghasilkan keuntungan dan mendapatkan keterampilan. Berlawanan dengannya, Eckhardt menganggap pembelajaran yang efektif membutuhkan keterampilan bawaan; jika tidak, keahlian itu tidak akan dapat diajarkan.

Selama percobaan, mereka merancang suatu sistem trading yang menghasilkan hasil positif di kelompok tersebut. Sampai saat ini, para trader tetap menggunakan sistem mereka atau versinya. Menurut seorang mantan murid, beberapa "trader kura-kura" ini menghasilkan keuntungan sebesar $175 juta dalam 4 tahun.

8.png

7. John Paulson

Forbes, the Guardian, New York Times, dan banyak media lainnya pernah menulis tentang John Paulson, “trader terhebat yang pernah ada,”, yang lahir pada tahun 1955.

Paulson memulai kariernya di Boston Consulting Group pada tahun 1988, memberikan nasihat kepada berbagai perusahaan. Setelah beberapa kali berganti pekerjaan, dia lalu mendirikan perusahaan hedge fund, Paulson & Co., dengan dana $2 juta dan satu karyawan pada tahun 1994. Pada tahun 2003, dananya telah meningkat menjadi aset sebesar $300 juta.

Ketenaran dan kekayaan John Paulson datang selama krisis keuangan global tahun 2007–2008 ketika dia memperoleh hampir $4 miliar dan "beralih dari manajer dana yang tak dikenal menjadi legenda keuangan." Sebelum keruntuhan pasar, dia membeli Credit Default Swap (CDS) bekas dan secara efektif menggunakannya untuk bertaruh melawan pasar kredit subprima (subprime mortgage) AS. Beberapa menyebut ini sebagai trade terbesar dalam sejarah.

Pada tahun 2010, Paulson menghasilkan $4,9 miliar, terutama berinvestasi di emas. Forbes memperkirakan kekayaan bersihnya mencapai $3 miliar pada Januari 2023.

Namun, kerugian investasi John di beberapa saham menyebabkan para investor kabur dari perusahaan hedge fund-nya, Paulson & Co, dan memangkas aset yang dikelolanya menjadi $10 miliar pada Januari 2020 dari level tertinggi $36 miliar pada 2011.

Miliarder ini menunjukkan kemungkinan untuk mendiversifikasi tidak hanya pada aset tetapi juga pada strategi, menggabungkan strategi arbitrase konservatif dan ide spekulatif yang jelas dengan pembagian dana wajib.

9.png

8. Steven Cohen

Steven Cohen lahir pada tahun 1956 di New York. Sebagai pemain poker yang aktif, Stephen menghabiskan semua uang yang dia peroleh dari poker untuk spekulasi saham saat masih kuliah di Universitas, kabur pada jam istirahat untuk pergi ke kantor bank Merrill Lynch terdekat.

Dengan kekayaan bersih saat ini sekitar $16 miliar, Cohen memulai kariernya di perusahaan perbankan investasi Gruntal dan kemudian memasuki pasar saham pada tahun 1978.

Cohen memulai kariernya dengan menghasilkan $8.000 pada hari pertamanya dan kemudian mampu menghasilkan $100.000 sehari untuk perusahaan tersebut. Pada tahun 1992, dia keluar dari Gruntal dan mendirikan salah satu perusahaan hedge fund paling sukses, SAC Capital Partners. Pada 2013, imbal hasil tahunan rata-rata SAC mencapai 25%.

Meski Steven meraih kesuksesan dan menjadi kaya raya, perjalanannya tidak hanya tentang kemenangan tetapi juga tentang beberapa kekalahan. Pada tahun 2010, Securities and Exchange Commission (SEC/Komisi Sekuritas dan Bursa AS) melakukan penyelidikan terhadap SAC atas perdagangan orang dalam. Meskipun Cohen tidak dituntut, perusahaan mengaku bersalah dan membayar denda $1,8 miliar. Belakangan, dia terpaksa menutup perusahaan dananya.

Namun, Steven Cohen dikenal karena kemampuannya untuk senantiasa berhasil dan menghasilkan uang dalam kondisi apa pun. Dia juga seorang trader saham terkenal yang lebih menyukai resiko dan menang besar. Sekarang dia adalah pendiri dan CEO dari Point72 Asset Management, sebuah perusahaan keluarga di Stamford, Connecticut.

10.png

9. David Tepper

Orang terkaya, manajer dana lindung nilai yang sukses, dan dermawan, David Tepper, lahir pada tahun 1957 di sebuah keluarga Yahudi. David memasuki bursa saat masih kuliah. Ia lulus dengan gelar BA di bidang ekonomi dari University of Pittsburgh dan memperoleh gelar MS dari Carnegie Mellon University pada tahun 1982.

Setelah lulus, Tepper mendapat pekerjaan di Equibank sebagai analis kredit dan berkecimpung di industri keuangan. Kemudian, dia berpindah beberapa perusahaan, termasuk Keystone, dan direkrut ke Goldman Sachs selama delapan tahun dengan fokus utama pada kebangkrutan dan situasi khusus. David memainkan peran penting dalam bertahannya Goldman Sachs setelah keruntuhan pasar saham tahun 1987. Dia membeli obligasi dasar di lembaga keuangan yang jatuh, yang nilainya melonjak begitu pasar pulih.

Namun, Tepper berusaha menjalankan perusahaan dananya sendiri dan trading secara agresif demi mengumpulkan cukup uang untuk perusahaannya. Pada awal 1993, ia mendirikan Appaloosa Management. Salah satu keuntungan paling awal dan terbesarnya diperoleh dengan berinvestasi di Conseco and Marconi. Selanjutnya, Appaloosa memperkuat diri sebagai hedge fund yang berspesialisasi dalam utang bermasalah, terkait dengan investasi dalam ekuitas publik global dan pasar pendapatan tetap.

Pada tahun 2009, Appaloosa memperoleh sekitar $7 miliar dengan membeli saham-saham bermasalah yang ternyata berhasil pulih tahun itu. Sekitar $4 miliar dari keuntungan tersebut masuk ke Tepper secara pribadi, membuatnya menjadi manajer hedge fund berpenghasilan tertinggi pada tahun 2009.

Menurut Forbes, kekayaan bersih David Tepper mencapai $16,7 miliar. Pada tahun 2020, bagian terbesar dari portofolionya adalah Alibaba sebanyak 13% dan Amazon sebanyak 11%.

11.png

10. Nick Leeson

Terkenal karena membangkrutkan Barings Bank, Nick Leeson lahir pada tahun 1967. Tanpa pendidikan tinggi, dia melakukan pekerjaan administratif di bank Coutts, sesuatu yang tidak memerlukan keahlian khusus.

Namun, Nick terus meningkatkan pengetahuan keuangannya dan segera pindah ke Morgan Stanley, tempat dia diajari cara menghitung kontrak berjangka dan opsi dengan cepat. Kemudian, dia diterima di Barings Bank dan kemudian bertugas ke Asia di Singapore International Monetary Exchange (SIMEX.)

Di sinilah kisahnya yang legendaris dimulai. Pada bulan April 1992, Barings membuka kantor Kontrak Berjangka dan Opsi di Singapura, mengeksekusi dan melakukan kliring transaksi di SIMEX. Saat Nick Leeson berusia 26 tahun, selain aktivitas trading, dia juga mengepalai kantor kontrak berjangka dan opsi di Singapura dan mulai melakukan trade spekulatif yang tidak sah.

Pada awalnya, trade ini menghasilkan keuntungan besar bagi Barings, menambahkan £10 juta, 10% dari keuntungan tahunan perusahaan. Nick bahkan mendapat bonus sebesar £130.000 di atas gajinya yang hanya £50.000. Namun, kemudian keberuntungan berbalik arah, dan Lesson mulai menggunakan uang bank dengan rekening bodong khusus untuk menutupi trade gagal yang dilakukan oleh dirinya sendiri dan orang lain.

Pada tahun 1995, kerugian terbesar dan akhir bagi Nick Leeson dan Barings terjadi. Leeson membeli sejumlah besar kontrak berjangka untuk menekan pasar, tetapi gempa besar berkekuatan 7,2 SR di Jepang menyebabkan runtuhnya aset-aset tersebut. Sebagai akibat dari penipuan besar ini, Barings Bank, bank dengan sejarah selama 233 tahun, menderita kerugian $1,4 miliar dan dijual ke konglomerat Belanda ING seharga £1.

Leeson melarikan diri dari bank, meninggalkan catatan dengan tiga kata, “Saya mohon maaf.” Dia berharap dapat menghindari penjara Singapura tetapi berhasil ditangkap dan diekstradisi oleh Jerman ke Singapura, lalu menjalani hukuman empat tahun di penjara setempat. Total masa hukumannya adalah 6,5 tahun. Leeson mengidap kanker saat di penjara, tetapi dokter ahli Singapura lalu merawat tahanan terkenal di dunia itu, dan dia dapat sembuh.

Sekarang, Nick dilarang memegang posisi apa pun di bursa saham tetapi masih menghasilkan lebih dari 100.000 dolar sebulan untuk konferensinya.

Dengan mengikuti jejak para trader sukses ini, banyak rekan-rekannya berhasil menjadi kaya. Kisah-kisah mereka mungkin kontroversial, tetapi tetap saja luar biasa dan banyak didiskusikan. Dan setiap trader dalam daftar kami berhasil menaklukkan pasar dan menghasilkan banyak uang. Jadi, setiap orang yang memiliki ide hebat dapat mempraktikkannya di Area Personal FBS atau aplikasi FBS Trader, sedangkan pemula dapat memanfaatkan produk kami untuk mengembangkan keterampilannya dan belajar trading.

Tanya Jawab (FAQ)

Siapakah Day Trader Terkaya di Dunia?

Sebagian besar trader kaya lebih suka tetap anonim. Itu sebabnya kita mungkin tidak akan pernah tahu jawabannya. Namun, semua trader yang disebutkan dalam daftar kami menghasilkan banyak sekali uang.

Siapa yang Menghasilkan Transaksi Miliaran Dolar Tercepat?

George Soros bertaruh besar-besaran terhadap pound Inggris dan menghasilkan $1 miliar hanya dalam 24 jam pada tahun 1992. Dia melakukan short 5,5 miliar pound pada Black Wednesday dan membangkrutkan Bank of England.

Siapa Day Trader yang Sukses dari Penipuan?

Nick Leeson menyebabkan kebangkrutan Barings Bank dan melakukan trade tidak sah menggunakan uang bank. Pada akhirnya, dia dijatuhi hukuman penjara.

Bagikan dengan teman: