• 5 July 2021
  • Psikologi

Trading dan Bukan Hidangkan Makan Malam

KISAH IBU RUMAH TANGGA JEPANG

1594202913-4efdd2f969559e8b1c92e99f32ded48e.jpg

"Hai, sayang! Hari ini saya telah menghasilkan ribuan dolar. Bagaimana harimu?"

Ini mungkin adalah cara istri khas Jepang yang menyambut suaminya pulang dari kerja. Bagaimana dengan jamuan makan malam? Ini tidak menjadi persoalan serius lagi, karena dengan jumlah uang yang dihasilkan tersebut, sang istri bisa memesan makan malam dari restoran mewah.

Ada sebuah fenomena luar biasa yang terjadi di Negeri Matahari Terbit pada awal tahun 2000-an. Para ibu rumah tangga Jepang yang secara tradisional bertanggung jawab atas anggaran keluarga mulai menaklukkan Pasar Forex. Akibatnya, muncul julukan Ny. Watanabe – ibu rumah tangga biasa, versi lokal dari Ny. Smith di film Amerika – tidak hanya sering menghasilkan keuntungan luar biasa tetapi juga berkontribusi pada “pemulihan” ekonomi seluruh negara Jepang.

Ya, mereka mulai trading dari rumah sebelum ini menjadi mainstream. Hari ini, kesuksesan mereka tidak kalah mengesankan, dan bahkan faktanya, menjadi sangat menarik. Mari kita kenang kisah sensasional ini.

Dari budaya menabung hingga investasi

Pada awal tahun 1990-an, gelembung harga aset Jepang pecah, yang berujung pada hasil yang mengerikan bagi negara. Ditandai dengan stagnasi ekonomi dan suku bunga rendah, periode ini selanjutnya disebut dengan Dasawarsa yang Hilang (Lost Decade), tapi kemudian menjadi Dua Puluh Tahun yang Hilang setelah ditambahkan dengan keterpurukan ekonomi pada tahun 2000-an.

Uang yang ditabung oleh generasi pasca-perang dengan cepat berhenti memberikan profit kepada para keluarga. Bank nasional menawarkan bunga nol persen, dan tabungan di rekening bank ini sama irasionalnya dengan menyimpang uang di rumah. Selain itu, situasi ekonomi yang sulit seperti itu membuat warga Jepang enggan menabung lebih banyak, terutama dari keluarga yang memiliki anak.

1594202912-3fb5ed13afe8714a7e5d13ee506003dd.jpg

Alasan untuk menderita dan mengeluh? Ya, tapi tidak untuk sebagian ibu rumah tangga di Jepang yang menganggap kondisi ini sebagai pemicu untuk mencari peluang investasi baru dan menguntungkan. Investasi dari rumah. Sekarang hal ini cukup umum – Anda cukup menggunakan internet! Namun pada waktu itu, investasi dari rumah adalah hal baru yang perlu diselidiki, masih samar-samar tetapi menarik dan sangat menjanjikan. Persis seperti yang dicari para Ny. Watanabe ini. Jadi, ketika pasar mata uang online yang terdesentralisasi menjadi mudah diakses secara luas, ibu-ibu Jepang ini memulai perjalanan Forex.

Membeli yen, berinvestasi dalam dolar, menidurkan si buah hati

Apa yang dibutuhkan setiap trader jika dia ingin mendapat profit dari trading? Strategi yang bagus. Investor wanita berhati-hati dalam memilih aset, dan kebanyakan dari mereka akhirnya melakukan carry trade. Itu adalah pilihan yang tepat, yaitu strategi yang sederhana, efektif, dan menghindari risiko berpeluang untuk menjamin kesuksesan. Bagaimana cara kerjanya? Trader meminjam mata uang dengan tingkat bunga rendah, kemudian segera berinvestasi di mata uang lain dengan tingkat bunga yang lebih tinggi. Pertama mereka membayar biaya rendah, lalu mereka langsung mendapatkan pembayaran yang lebih tinggi karena mendapat profit dari perbedaan tarif. Mudah kan?

Jadi, para ibu rumah tangga yang genius ini secara aktif membeli yen Jepang pada suku bunga rendah dan memperdagangkannya dengan mata uang yang memiliki pertumbuhan tinggi, umumnya adalah dolar Australia. Menyebutnya sebagai pendekatan yang baik adalah meremehkan. Tidak perlu menunggu hasilnya dengan lama, ibu-ibu Watanabe ini sukses menghasilkan profit yang lebih besar daripada para suaminya.

1594202912-f99687dd719c4e8bc6a39e946c3d9ef7.jpg

Cukup di rumah saja, kata mereka. Saya yang akan mencari uang, tambahnya. Ya, para trader-ibu rumah tangga pasti menertawakan pernyataan tersebut. Menurut statistik, sebelum krisis kredit global terjadi pada tahun 2007-2008, nilai mata uang asing yang diperdagangkan secara online oleh warga lokal rata-rata berkisar $9,1 miliar per hari. Ini hampir seperlima dari keseluruhan transaksi Forex di seluruh dunia selama sesi trading di Tokyo! Peranan wanita yang cukup besar terhadap angka ini dibuktikan secara resmi oleh Bank Sentral Jepang pada tahun 2007. Jadi, wanita pada dasarnya juga turut membantu menstabilkan pasar mata uang dengan trading di rumah. Siapa lagi yang berani mengeluhkan sup yang terlalu asin bila mereka bisa mencatatkan pencapaian seperti itu?

Nyonya Watanabe 2.0?

Pada tahun 2017, ketika tren seputar kisah sukses para trader wanita genius meredup, bitcoin muncul sebagai mata uang legal di Jepang. Saat itu, crypto-mania telah menyebar ke seluruh penjuru dunia, termasuk Asia, dan khususnya Jepang, dengan menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mengutip sebuah tabloid terkemuka, pada tahun 2017, sekitar 40% keseluruhan transaksi mata uang kripto didenominasi dalam yen.

Para pemodal tentu ingat fenomena yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir dan bertanya, mungkinkah itu karena ibu rumah tangga Jepang yang turut memengaruhi peningkatan permintaan bitcoin. Menurut beberapa pendapat, saat itu "nyonya" telah tergantikan oleh "tuan" — pria berusia 30 sampai 40-an yang menaklukkan pasar modal. Namun, jika menimbang fakta bahwa akun terdaftar dengan jenis kelamin laki-laki hanya mencapai sekitar 70% lebih, maka kontribusi "senyap" ibu rumah tangga terhadap "ledakan bitcoin" kemungkinan besar ada. Atau, apakah mereka sekali lagi ingin memperlihatkan sikap bijak dengan memilih opsi yang telah teruji, profitabel, dan berisiko rendah untuk berinvestasi pada obligasi pemerintah, daripada para pria muda yang hanya ingin mencari petualangan dan pengalaman baru ketimbang keuntungan? Siapa tahu.

1594202912-2de40e0d504f583cda7465979f958a98.jpg

Bagaimanapun, dampak dari aktivitas para ibu rumah tangga terhadap negara dan ekonomi global tidak dapat dipungkiri. Termasuk inspirasi yang telah mereka berikan kepada banyak kalangan. Pada umumnya, wanita yang tinggal bersama anak-anaknya tidak mampu bekerja di luar rumah, atau ingin trading tapi ragu.

Akankah kisah ini mendorong Anda untuk ikut menyelami pasar FX atau trading dengan lebih giat lagi demi mendapatkan perasaan nyaman dalam realitas hari ini seperti para ibu rumah tangga Jepang? Kami berharap demikian — gaya hidup Ny. Watanabe adalah persis seperti yang kita butuhkan dalam menghadapi kondisi krisis global seperti saat ini. Bagaimanapun, ingatlah bahwa broker Forex online terbaik selalu siap memandu Anda dalam perjalanan ini ;)

Baca lebih lanjut

Bagikan dengan teman: